Sejarah

By RSUD Pasirian 12 Des 2018, 13:35:17 WIB

       

 Sejarah Rumah Sakit Umum Daerah Pasirian  

             

        Secara historis RSUD Pasirian Kabupaten Lumajang merupakan pengembangan dari Puskesmas Pasirian. Dalam perjalanannya, Puskesmas Pasirian mengalami tuntutan pengembangan secara tugas, fungsi, fisik, sarana/prasana, kemampuan, teknologi dan sumberdaya, dan kelembagaan. Berdasarkan jumlah penduduk di wilayah Pasirian dan sekitarnya yang padat serta adanya peningkatan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan memungkinkan untuk didirikan Rumah Sakit. Wilayah Pasirian dan sekitarnya merupakan bagian selatan dari Kabupaten Lumajang yang merupakan daerah rawan bencana, hal ini juga merupakan salah satu faktor untuk memenuhi tanggap darurat pelayanankesehatan bagi masyarakat. Pengembangan fisik juga memungkinkan untuk dilakukan di lingkungan puskesmas sehingga diputuskan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 4 Tahun 2015 untuk dibentuk Rumah Sakit Umum Daerah Pasirian yang ditetapkan pada tanggal 30 Maret 2015. Penunjukan dan Pelantikan dr. Wawan Arwiyanto sebagai Direktur pertama RSUD Pasirian ditetapkan pada tanggal 17 Juni 2016.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 4 Tahun 2015 fungsi keberadaan RSUD Pasirian, yaitu:

  1. Pelayanan medis;
  2. Pelayanan penunjang medis dan non medis;
  3. Pelayanan asuhan keperawatan dan kebidanan;
  4. Penyelenggaraan kegiatan ketatausahaan dan pengelolaan keuangan; dan
  5. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

 

          Agar rumah sakit mampu melaksanakan fungsi yang demikian kompleks, rumah sakit harus memiliki perangkat penunjang sumberdaya manusia yang profesional baik di bidang teknis medis maupun administrasi kesehatan. RSUD Pasirian Kabupaten Lumajang merupakan Rumah Sakit Umum (RSU) tipe D dengan tempat tidur sejumlah 89 TT.  RSUD Pasirian memberikan pelayanan rawat jalan dan juga pelayanan rawat inap. Pelayanan rawat jalan dilakukan oleh 13 poliklinik yang ada, lengkap dengan dokter spesialisnya, kecuali poli umum. Selain itu ditunjang dengan unit penunjang antara lain unit laboratorium, radiologi, dan juga farmasi serta instalasi rawat darurat yang melayani selama 24 jam. Peningkatan status puskesmas Pasirian menjadi RSU tipe D, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan serta memberikan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat. Selain itu dalam segi pelayanan, diharapkan RSU tipe D tidak membeda-bedakan dalam segi pelayanan kelas, artinya seluruh pasien harus ditangani dan dilayani dengan sebaik-baiknya.